Berubah Jadi Perbulan, Berikut Skema dan Cara Hitungnya! - Kabar Sosial Nusantara - Kabar Sosial Nusantara

Berubah Jadi Perbulan, Berikut Skema dan Cara Hitungnya!

Sobat Sosial – Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyatakan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) akan disalurkan setiap bulan. Juliari menyatakan perubahan skema ini dilakukan dalam rangka antisipasi dampak pandemi Corona atau COVID-19 bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Mulai pertengahan April ini, KPM sudah bisa mencairkan bansos PKH setiap bulan hingga Desember 2020. Sebelumnya bansos PKH diberikan tiap tiga bulan sekali, yaitu di bulan Januari, April, Juli, dan Oktober,” ucap Juliari dalam keterangan tertulis yang diterima repoter Tirto, Rabu (8/4/2020).

Juliari menyatakan hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa perlu ada jaring pengaman sosial bagi keluarga miskin yang terdampak pandemi Corona di Indonesia. Melalui PKH, ia menyatakan daya beli masyarakat dapat terjaga dan tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok.

READ  Buku Elektronik PKH, Cara Praktis SDM PKH Untuk Bekal Ke Lapangan

Dalam program PKH ini, Juliari bilang anggarannya sudah ditambah 25 persen. Rincian komponen manfaat juga ada perubahan. Perubahan itu antara lain bantuan bagi Ibu hamil dan anak usia 0-6 tahun senilai Rp250 ribu per bulan, anak SD sebesar Rp75 ribu per bulan, anak SMP sebesar Rp125 ribu per bulan, anak SMA sebesar Rp166 ribu per bulan, dan penyandang disabilitas berat serta lanjut usia 70 tahun ke atas menjadi sebesar Rp200 ribu per bulan.

Skema dan Perhitungan Bantuan PKH Perbulan Mulai April 2020

Jadi sebagai contoh, misal seorang KPM PKH memiliki anak SMP 1 orang, maka bantuan yang biasa diterima adalah Rp.375.000,-. Dengan skema pencairan, Rp.375.000 Tahap I (pada bulan Januari 2020), Rp.375.000 di Tahap II (dipercepat pada bulan Maret 2020), kemudian mulai April 2020 hingga Desember 2020 bantuan yang diterima KPM tersebut menjadi Rp.125.000 per bulan.

READ  Program Keluarga Harapan, Upaya Perbaikan Kesehatan Tekan Kemiskinan

Contoh lai KPM dengan komponen lansia. Tahap I = Rp.600rb, Tahap II = Rp.600rb, kemudian mulai April 2020 – Desember 2020 menjadi Rp.200rbu perbulan.

Bagaimana dengan yang dimaksud kenaikan 25%?

Kita ambil contoh lansia. Normalnya bantuan PKH diterimakan selama 4 Tahap secara triwulanan sebesar 600ribu per tahap. Jadi dalam 1 tahun sejumlah Rp.2.400.000. Coba kita hitung ditahun 2020 ini, Tahap I=Rp.600 ribu, Tahap II=Rp.600 ribu, April-Desember = (Rp.200.000 x 9 bulan) = Rp.1.800.000. Jumlah total Rp.600.000+Rp.600.000+Rp.1.800.000= Rp.3.000.000. Artinya ada kenaikan Rp.600.000 (25%) dari tahun 2019 ke 2020.

Facebook Comments
Tags: , ,
Berubah Jadi Perbulan, Berikut Skema dan Cara Hitungnya! | Social Writers | 4.5