Pentingnya Collaborative Governance dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial - Kabar Sosial Nusantara - Kabar Sosial Nusantara

Pentingnya Collaborative Governance dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial

Pentingnya Collaborative Governance dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial, PKHDaily.com – Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Mewujudkan kesejahteraan sosial tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

Hal itu disampaikan oleh Agus saat memberikan orasi ilmiah Collaborative Governance pada acara Dies Natalis ke-60 Tahun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran Bandung (Fisip Unpad) di Gedung Bale Sarawa, Jatinangor, Bandung, Jawa Barat, Rabu, 17 Oktober 2018.

Dalam paparannya, Agus mencontohkan empat program Kementerian Sosial (Kemensos) dinilai memerlukan kolaborasi tinggi, yaitu Desa Sejahtera Mandiri, Penanganan Korban Penyalahgunaan Napza, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Program Keluarga Harapan (PKH).

READ  BST Kemensos Dicairkan, Bupati Anas Bersyukur Banyuwangi Dapat Tambahan Kuota
Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Pada program Desa Sejahtera Mandiri, Kemensos bekerja sama dengan perguruan tinggi dan dunia usaha dalam mengentaskan kemiskinan. Masyarakat miskin diajarkan untuk hidup mandiri, menangani masalah kesejahteraan sosial, dan mengembangkan kualitas hidup di desa.

“Diawali MoU dengan 15 perguruan tinggi. Dalam program ini perguruan tinggi sebagai inisiator dan pelaku (pelaksana). Sedangkan, Kemensos sebagai fasilitator dan pengarah,” ujar Agus.

Kemudian, Kemensos bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil dalam menjalankan program Penanganan Korban Penyalahgunaan Napza. Masyarakat dan pemerintah dituntut untuk melakukan rehabilitasi sosial.

“Menyembuhkan pasien (penderita Napza) tidak hanya dengan medis saja, melainkan juga dengan pendekatan psikososial, budaya, dan spiritual,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan BPNT, kerja sama melibatkan pemerintah pusat hingga ke unit-unit terkecil, seperti pekerja sosial (peksos) dan masyarakat. Semua pihak yang terlibat mempunyai peran penting dalam menyalurkan bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Peran masyarakat melalui musyawarah desa dan musyawarah kelurahan menentukan anggota masyarakat yang masuk kategori miskin dan layak menerima bansos. Stakeholder lain adalah dunia usaha dan bank BUMN yang terhimpun dalam Himbara. Selain menyalurkan bansos, Himbara juga menyosialisasikan dan pelatihan distribusi melalui e-Warong,” kata Agus.

Sumber: https://nusantara.medcom.id/jawa-barat/peristiwa-jabar/ObzqYDYN-mensos-tekankan-pentingnya-kolaborasi-dalam-mewujudkan-kesejahteraan-sosial

Facebook Comments
Tags: , , , ,
Pentingnya Collaborative Governance dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial | Social Writers | 4.5