Selamatkan Generasi Muda Dengan Konsep "To Help People, To Help Them Selves" - Kabar Sosial Nusantara - Kabar Sosial Nusantara

Selamatkan Generasi Muda Dengan Konsep “To Help People, To Help Them Selves”

PKHDaily.com, Hari Anti Narkotika Internasional – Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham menegaskan, pemerintah memiliki amanat untuk menyelamatkan generasi mendatang dari penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza). Langkah, yang harus ditempuh bukan hanya penindakan pada pengedar, tetapi rehabilitasi sosial dan pemberdayaan pada para pengguna yang didominasi anak muda agar mereka mau berubah.

Salah satunya, dengan program di Panti Sosial Pamardi Putra “Galih Pakuan”, dengan menerapkan metode Therapeutic Community (TC). Metode TC yang berbasis ilmu pekerjaan sosial ini, adalah sebuah metode rehabilitasi sosial bagi korban penyalahguna Napza dengan menggunakan asas kekeluargaan serta menitik beratkan pada kekuatan kelompok/komunitas yang terdiri dari para individu penyalahguna Napza dengan permasalahan dan kebutuhan yang sama. Ini diharap mampu mengatasi masalah adiksi mereka melalui solusi yang berasal dari dalam diri, atau yang dalam ilmu pekerjaan sosial dikenal dengan konsep “to help people to help themselves”.

READ  Pentingnya Collaborative Governance dalam Mewujudkan Kesejahteraan Sosial

Dalam pelaksanaannya, metode TC diselaraskan dengan pendekatan dan metode ilmu pekerjaan sosial, sehingga target yang dicapai dalam program rehabilitasi sosial bagi korban penyalahguna Napza di Lanti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Galih Pakuan Bogor tidak hanya sebatas menuju abstinen semata, namun juga menuju keberfungsian sosial dari mantan klien korban penyalahguna Napza tersebut.

Hari Anti Napza Internasional, Kemensos

Hari Anti Napza Internasional, Kemensos

“Kami punya kewajiban agar generasi muda dapat memahami dan waspada terhadap bahaya penyalahgunaan Napza dan dapat melaksanakan deteksi dini terhadap penyalahgunaan Napza,” kata Mensos saat perayaan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018, tanggal 1 Agustus 2018 di PSPP Galih Pakuan Bogor, Rabu (1/8/2018).

Idrus menegaskan, Kementerian Sosial (Kemensos) harus menjadi motor penggerak, menjadikan generasi muda sebagai garda terdepan dalam penanggulangan penyalahgunaan Napza dan peningkatan kepedulian dan partisipasi generasi muda dalam penanggulangan penyalahgunaan Napza.

READ  4 Provinsi Terdampak Bencana Dapat Anggaran Rp631 Miliar dari Kemensos

“Potensi anak-anak muda seperti Karang Taruna atau organisasi kepemudaan harus dijadikan mitra strategis dalam membentengi dan menyelamatkan generasi muda dari lost generation,” ujar Mensos, seperti keterangan tertulis yang NNC terima, Rabu (1/8/2018).

Berdasarkan Undang undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, pada pasal 54 menyatakan bahwa Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Napza wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Ketentuan lain yang mewajibkan Pecandu dan Korban Penyalahgunaan Napza menjalani rehabilitasi adanya Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 04 tahun 2010 dan Nomor 03 tahun 2011. Sedangkan untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi tersebut, juga terdapatnya Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2011 tentang Wajib Lapor Pecandu Narkotika.

Sumber : http://www.netralnews.com/news/kesra/read/152735/ini-upaya-kemensos-selamatkan-generasi-muda-dari-penyalahgunaan-napza

Facebook Comments
Tags: , , ,
Selamatkan Generasi Muda Dengan Konsep “To Help People, To Help Them Selves” | Social Writers | 4.5