Kabar Terbaru Seputar Gas Melon, PKH dan Pak Jokowi, Rabu Malam 29/01 - Kabar Sosial Nusantara - Kabar Sosial Nusantara

Kabar Terbaru Seputar Gas Melon, PKH dan Pak Jokowi, Rabu Malam 29/01

Sobat Sosial, PKHDaily – Berikut ini akan kami sampaikan beberapa kabar terbaru seputar Program bantuan sosial Edisi Rabu Malam, 29 Januari 2020. Kabar terbaru 2020 ini meliputi beberapa kabar tentang Kegiatan Program Keluarga Harapan, Graduasi Mandiri, p2k2, penyaluran BPNT, serta kemiskinan. Berikut Kabar Terbaru Bantuan Sosial Pilihan Redaksi:

1. Pemprov Jateng Usulkan Penerima PKH Paling Tepat Konsumsi Elpiji 3 Kilogram

Rencana pemerintah pusat yang akan membuat mekanisme distribusi tertutup bagi tabung elpiji bersubsidi tiga kilogram, mendapat sambutan positif dari Pemprov Jawa Tengah. Pemprov juga menilai, selama ini pendistribusian elpiji tiga kilogram itu tidak tepat sasaran.

Pemprov Jateng Usulkan Penerima PKH Paling Tepat Konsumsi Elpiji 3 Kilogram

Pemprov Jateng Usulkan Penerima PKH Paling Tepat Konsumsi Elpiji 3 Kilogram

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan pendistribusian tabung gas elpiji bersubsidi selama ini dianggap tidak tepat sasaran, karena masih menggunakan mekanisme pendistribusian terbuka. Dengan mekanisme itu, masyarakat bebas mengonsumsinya meskipun sudah ada tulisan hanya untuk masyarakat miskin.

Menurutnya, masyarakat membeli gas elpiji bersubsidi itu karena harganya yang paling murah dibanding lainnya.

Ganjar menjelaskan, disparitas harga yang jauh lebih murah dengan tabung nonsubsidi membuat orang berlomba mengonsumsinya. Sehingga, pola pendistribusian ini menjadi penyebab subsidi tidak tepat sasaran dan terkadang langka di pasaran.

Ganjar menyatakan, jika pemerintah pusat mau membenahi sistem pendistribusian tabung elpiji bersubsidi itu maka harus diselaraskan dengan program untuk warga miskin. Salah satunya, diintegrasikan dengan Program Keluarga Harapan (PKH).

READ  Kriteria Bertambah, Penerima PKH Naik Nyaris 100 Persen

“Kalau ada momentum untuk berbenah, sebenarnya gampang saja. Siapa sih yang harus terima itu? Itu di tabung tiga kilogram kan sudah ada tempelannya, untuk orang miskin. Maka sebenarnya, penerimanya bisa diintegrasikan di penerima PKH atau KIS atau KIP. Yang paling gampang adalah PKH. Kalau dia penerima itu dan boleh, tinggal identitas ditunjukkan. Kalau memang mau subsidi itu tepat sasaran,” kata Ganjar, kemarin.

Lebih lanjut Ganjar menyebutkan, sukses tidaknya penyaluran bantuan kepada masyarakat miskin tergantung pada datanya. Jika pemerintah sudah mempunyai data penerima bantuan, maka sistem bisa dijalankan dengan baik.

“Ini kalau memang bisa diterapkan di lapangan, maka program pengentasan kemiskinan lewat subsidi tepat sasaran akan berhasil,” pungkasnya.

“https://www.radioidola.com/2020/pemprov-jateng-usulkan-penerima-pkh-paling-tepat-konsumsi-elpiji-3-kilogram/”

2. Jokowi Sentil Ibu-ibu agar Tak Beli Baju dan Lipstik Pakai Uang PKH

Presiden Joko Widodo memberi wejangan kepada ibu-ibu penerima uang Program Keluarga Harapan ( PKH) di Lapangan Rajawali, Cimahi, Jawa Barat, Rabu (29/1/2020).

Jokowi Sentil Ibu-ibu agar Tak Beli Baju dan Lipstik Pakai Uang PKH

Jokowi Sentil Ibu-ibu agar Tak Beli Baju dan Lipstik Pakai Uang PKH

Tak ingin kecolongan oleh ibu-ibu penerima uang PKH, Jokowi bahkan mengajari mereka dengan detail cara membelanjakan uang tersebut yang nominalnya bisa mencapai Rp 3 juta per tahun itu.

Ia lantas mengetes ibu-ibu di sana tentang rencana mereka membelanjakan uang PKH.

Mereka yang dites Jokowi bingung saat Presiden bertanya berapa nominal yang hendak diambil dan akan dibelanjakan untuk apa.

“Rencana mau ambil berapa? Mau ngambil Rp 1 juta?” tanya Jokowi.

Penerima PKH Sukesih yang ditanya Jokowi malah bertanya balik.

“Boleh Pak?” tanya Sukesih ragu-ragu.

“Boleh,” Jawab Jokowi lantas disambut tepuk tangan ibu-ibu yang hadir.

Jokowi lalu bertanya lagi ke Sukesih ihwal rencana penggunaan uang Rp 1 juta yang akan diambil.

Namun, Sukesih terdiam mendengar pertanyaan itu dan ragu-ragu saat hendak menjawab.

Belum sempat Sukesih menjawab, Jokowi lalu mengingatkan agar para penerima PKH merencanakan terlebih dahulu hendak membeli apa sebelum mengambil uangnya.

Dengan demikian, uang yang diambil pas jumlahnya dan digunakan hanya untuk membeli kebutuhan pemenuhan gizi dan pendidikan anak. “Iya, tahu, anaknya tiga, tahu. Karena apa? Kalau ambil Rp 1 juta padahal harga sepatu sama harga tasnya hanya Rp 500.000, terus sisa yang Rp 500.000 untuk apa ya? Ha, begitu,” ujar Jokowi. “Jalan-jalan ke mal. Tengok sana sini. Baju, lipstik, mulai ke sana. Jadi, saya hanya titip kalau akan mengambil berapa itu sudah ada perencanaan,” ucap Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Jokowi Sentil Ibu-ibu agar Tak Beli Baju dan Lipstik Pakai Uang PKH “, https://nasional.kompas.com/read/2020/01/29/18140001/jokowi-sentil-ibu-ibu-agar-tak-beli-baju-dan-lipstik-pakai-uang-pkh.
Penulis : Rakhmat Nur Hakim
Editor : Icha Rastika

Facebook Comments
Tags: , , ,
Kabar Terbaru Seputar Gas Melon, PKH dan Pak Jokowi, Rabu Malam 29/01 | Social Writers | 4.5