Kemiskinan di Indonesia Belum Teratasi : Mensos - Kabar Sosial Nusantara - Kabar Sosial Nusantara

Kemiskinan di Indonesia Belum Teratasi : Mensos

PKHDaily.com, Kemiskinan di Indonesia – Angka kemiskinan memnag menjadi salah satu indikator kesejahteraan masyarakat. Kenaikan angka kemiskinan, tentunya menjadi hal yang tidak diinginkan oleh suatu negara atau pemerintah. Namun angka kemiskinan tidaklah mutlak 100% tepat, sebab budaya mengaku miskin masih banyak ditemukan dilapisan masyarakat.

Indikator pendataan kemiskinan sepertinya sangat perlu dirubah untuk lebih bisa benar-benar tepat untuk memberikan status Mampu, kurang mampu, miskin dan sangat miskin. Kondisi rumah yang menjadi salah satu indikator pengkategorian kemiskinan, terkadang tidak terlalu tepat. Seringkali ditemukan seorang warga masyarakat yang secara kondisi rumah layak dikatakan sangat miskin, namun secara aset tanah jauh lebih dari sekedar sangat MAMPU.

Kemiskinan di Indonesia

Kemiskinan di Indonesia (sc) dellazuari.blogspot.co.id

Budaya memperbanyak aset terutama tanah dan ternak, diberbagai daerah masih lebih diprioritaskan dibandingkan dengan sekedar memperbesar dan mempercantik rumah. Namun bagi petugas sensus, mendata aset secara detail tentunya akan sangat perlu memakan banyak waktu. Padahal disisi lain pengumpulan data memiliki batas waktu tertentu.

READ  Polri dan Kemensos Teken MoU soal Bansos

Indeks angka kemiskinan dan keparahan kemiskinan Indonesia pada periode September 2016 hingga Maret 2017 mengalami kenaikkan. Karenanya, pemerintah dinilai belum berhasil mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengakui kemiskinan di Indonesia masih belum sepenuhnya teratasi. Menurut Mensos, ada banyak faktor yang menyebabkan angka kemiskinan membengkak. Seperti adanya deflasi pada sektor pangan dan upah pertanian yang belum sesuai dengan inflasi.

Kemiskinan di Indonesia

“Tidak single faktor ya. Kemarin ada deflasi pada sektor pangan, upah pertanian bagus sebenarnya sudah naik. Namun, dibandingkan inflasi nominalnya di bawah,” papar Mensos pada Wartawan usai mengikuti pembukaan Pelatihan Penjenjangan Tagana (Taruna Siaga Bencana) Madya Angkatan I dan II Bidang Search and Resque dan Pemantapan TOT Dukungan Psikososial di Tempat Training Centre Sentul, Selasa (18/7).

Kementerian Sosial, terang Mensos, hingga kini masih terus melaksanakan program PKH sebagai salah satu upaya mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia. Mensos mengatakan, walaupun kini sudah ada perluasan penerima PKH, namun memang ada penurunan jumlah nominal PKH yang diberikan, dari Rp 186 ribu per bulan sekarang menjadi Rp 153 ribu per bulan.

READ  Negara Pertama Dengan Program Bantuan Pembalut Bagi Wanita Miskin

“Itu karena sudah disesuaikan dengan RKP (Rencana Kegiatan Pemerintah). Misalnya, duitnya sekian untuk dibagi pada sekian orang. Dan itu memang cukupnya segitu,” kata Mensos.

Selain itu, untuk menurunkan angka kemiskinan yang lebih signifikan, Mensos juga telah melakukan koordinasi secara intensif dengan Bank Indonesia (BI). Upaya tersebut dilakukan agar ke depan BI dapat mengintegrasikan bantuan sosial dan subsidi diberikan dalam paket kumplit pada setiap masyarakat yang membutuhkan.

“Misalnya, satu keluarga dia menerima PKH juga menerima rastra (Beras Sejahtera) dalam bentuk bantuan pangan, dia juga KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan subsidi gas. Nah kalau sudah lengkap begitu insyaallah akan ada penurunan kemiskinan,” kata Mensos.

sumber: republika.co.id

Facebook Comments
Tags: , , ,
Kemiskinan di Indonesia Belum Teratasi : Mensos | Social Writers | 4.5