Kisah Selfiyani, Putri KPM PKH Yang Menjadi Finalis Liga Dangdut Indonesia - Kabar Sosial Nusantara - Kabar Sosial Nusantara

Kisah Selfiyani, Putri KPM PKH Yang Menjadi Finalis Liga Dangdut Indonesia

PKHDaily.com – Selfi, yang masih berumur 18 tahun pada Desember 2017 lalu, mengikuti ajang pencarian bakat dan sukses lolos menjadi peserta Liga Dangdut Indonesia mewakili Sulawesi Selatan.

Selfi yang lahir di Kelurahan Mancanre Kecamatan Liliralau, merupakan anak pertama dari Yamma dan Muliyati. Dia memiliki punya adik perempuan, yakni Zulfianti dan adik laki-laki Saiful Saputra

Selfi, sapaan akrabnya, memliki bakat bernyanyi sejak umur 4 tahun. Dia belajar bernyanyi secara otodidak.

Orang tua Selfi, mengakui, saat duduk divbangku SD, anak gadisnya itu sering menyanyi di orkes hingga elekton, untuk menghibur masyarakat. “Selfi pernah juga jadi duta sekolah,” jelasnya.

Selfi dibesarkan dari keluarga yang sangat sedehana, bersama adik dan kedua orang tuanya yang hidup dengan rumah berukuran 5×7 meter dengan perabotan seadanya.

READ  Dua Finalis Liga Dangdut Ini Adalah Anak-Anak KPM PKH

Untuk bisa menikmati malam dengan lampu yang menyala pada malam hari, keluarga Selfi cuma “menumpang” menggunakan sambungan listrik listrik dari tetangga. Selain itu keluarga Selfi juga terdaftar sebagai penerima Rastra (Beras Sejahtera).

Untuk menghidupi keluarga, ayah Selfi bekerja sebagi buruh penebang pohon pisang yang digunakan untuk mengasapi daun tembakau rokok dengan upah sebesar Rp 2.500 per pohon.

Dari pendapatan itu, ayah Selfi yakni Yamma, sering menyisihkan uangnya untuk mencicil sebuah Bentor yang saat ini digunakannya untuk menambah pendapatannya. Melihat kegigihan Yamma, ibu Selfi, yakni Muliyati tidak tinggal diam.

Perempuan yang berusia 43 tahun ini tidak memiliki keahlian namum tidak menurukan niatnya untuk meringankan beban keluarga. Pada pagi hari, Muliyati mengisi waktunya sebagai buruh cuci keliling, meski sering dicela.

READ  Pendamping PKH Kok Tak Dikenal KPM Dampingannya, Payah!

Tetapi dia ikhlas bekerja demi sang buah hati. Selain buruh cuci, ibunda Selfi juga bekerja sebagai buruh rokok industri rumahan dengan upah sebesar Rp 8 ribu hingga Rp 15 ribu.

Setelah menamatkan pendidkan SMP, Selfi tidak lagi melanjutkan pendidikannya. Anak yang dikenal ramah ini rela meninggalkan pendidikannya dengan harapan adiknya tetap melanjutkan sekolahnya. Meskipun, dia ingin seprti teman-temannya. Untuk mengisi kekosongan, Selfi membantu pekerjaan rumah tangga.

Facebook Comments
Tags: , ,
Kisah Selfiyani, Putri KPM PKH Yang Menjadi Finalis Liga Dangdut Indonesia | Social Writers | 4.5