Peksos Supervisor PKH Harus Mampu Memandirikan KPM - Kabar Sosial Nusantara - Kabar Sosial Nusantara

Peksos Supervisor PKH Harus Mampu Memandirikan KPM

PKHDaily.com – Saat dijumpai para wartawan sebelum membuka acara Bimbingan dan Orientasi Peksos Supervisor PKH Tahun 2018 di Jakarta kemarin, Menteri Sosial Idrus Marham menjelaskan bahwa beliau baru saja usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna. Salah satu yang dibahas dan menjadi fokus Presiden adalah memastikan PKH dapat berfungsi mendorong kemandirian dan mengurangi kesenjangan.

Idrus juga mengatakan penurunan tingkat kemiskinan menjadi perhatian besar Presiden Joko Widodo. Apalagi, jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) terus meningkat dari tahun 2017 sebanyak 6 juta KPM menjadi 10 juta KPM pada tahun 2018.

Jumlah demikian, sangat signifikan sehingga Kementerian Sosial melakukan kerja cepat dan akseleratif menyiapkan SDM Pelaksana PKH yang mumpuni untuk mengawal keberhasilan dan efektifitas PKH, lanjutnya.

“Saat ini total terdapat 40 ribu SDM Pelaksana PKH yang siap diterjunkan ke lapangan. Sebanyak 421 di antaranya adalah Peksos Supervisor. Sebagai informasi, Peksos Supervisor merupakan kalangan profesional dalam bidang pekerjaan sosial,” ujar beliau.

Menurut Mensos para Peksos Supervisor memiliki latar belakang pendidikan sebagai Peksos yang diselenggarakan oleh berbagai perguruan tinggi bidang ilmu kesejahteraan sosial atau bidang pekerjaan sosial. Misalnya Kementerian Sosial yang telahmemiliki Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) yang setiap tahunnya meluluskan sebanyak 300–400 Peksos.

“Dengan adanya Peksos Supervisor ini saya berharap mereka dapat mendorong KPM PKH lebih fungsional dan produktif,” ujarnya.

Sementara itu Mensos juga memberikan penghargaan kepada tiga orang KPM dari Jakarta Pusat yang telah Graduasi atau terentaskan dari kemiskinan di sela-sela pertemuan dengan ratusan Peksos Supervisor.Mereka ialah Poniah (Tanah Tinggi), Siti Aminah (Sawah Besar), dan Nurhasanah (Gunung Sahari Utara) yang menjadi peserta PKH mulai tahun 2014. Dan mereka telah memanfaatkan dana PKH untuk pendidikan anak-anak dan menambah modal usaha.

READ  Menteri Sosial Beri Apresiasi Tinggi untuk Para Relawan

“Keberhasilan mereka keluar dari kemiskinan tak lepas dari peran serta para Pendamping PKH. Maka saya minta selama di lapangan Peksos Supervisor dapat bekerja sama dengan Pendamping PKH dengan baik sehingga maksimal dalam membimbing KPM menuju kemandirian,” papar Mensos.

Sementara itu Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial  Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan tahun ini sebanyak 421 Pekerja Sosial Supervisi PKH telah direkrut dan ditempatkan di berbagai kabupaten/kota. Dengan harapan meraka mampu mengawal efektifitas PKH sebagai program prioritas nasional hingga berhasil menurunkan  tingkat kemiskinan.

Menurut penuturan Harry, Pekerja Sosial Supervisor memiliki empat peran, yakni pertama, memastikan proses Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development System (FDS) dapat berlangsung dengan baik. Indikator dari keberhasilan P2K2 ialah terjadinya perubahan sikap dan perilaku KPM PKH yang mengarah pada kemandirian.

Kedua, Manajemen Kasus. Yakni prosedur untuk mengkoordinasikan seluruh pihak, layanan dan atau profesi dalam membantu KPM. Misalnya jika ditemukan terjadi kekerasan terhadap anak di dalam keluarga, Peksos harus melakukan pendampingan dan pendekatan, bekerja sama dengan pihak terkait seperti pengurus warga setempat, aparat kepolisian, atau Komnas Anak.

Ketiga, Penanganan Pengaduan. Misalnya terjadi keterlambatan pencairan bansos karena persoalan teknis, seorang Peksos Supervisor harus membantu memberikan sosialisasi ke masyarakat bahwa bantuan akan dirapel di pencairan selanjutnya.

Keempat, Media Informasi dan Promosi. Yakni mengumpulkan dan menyampaikan kisah sukses KPM PKH kepada publik melalui tulisan, video testimoni KPM, maupun foto-foto yang dapat disampaikan melalui media sosial dan media massa.

READ  Ratusan Tenaga Pendamping Untuk Disabilitas Siap Mendampingi

Beliau menambahkan, tema sentralnya adalah bagaimana kisah sukses KPM PKH berhasil tergraduasi, anak-anak KPM yang berprestasi, dan kisah kehidupan KPM yang berubah setelah mendapat PKH. Tujuannya, untuk menginspirasi sesama KPM untuk mengubah nasibnya keluar dari garis kemiskinan.

“Jadi dalam PKH tidak hanya sekedar bagi-bagi bansos. Tapi ada proses yang mengarah kepada perubahan sikap dan perilaku. Tugas Peksos Supervisor adalah mendorong peningkatan produktivitas penerima manfaat, secara simultan bertanggung jawab memastikan akses ke program bansos, harus kreatif dan produktif, untuk meningkatkan taraf kesejahteraan mereka,” terang Harry.

Mensos juga mengajak para Peksos Supervisor mendukung program Presiden Joko Widodo menyejahterakan rakyat. Dengan cara bahu-membahu menurunkan prosentase kemiskinan dari dua digit menjadi satu digit yakni dari 10,12 persen menjadi 9 persen.

Program Keluarga Harapan (PKH) adalah sebuah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga dan/atau seseorang miskin dan rentan yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin. Data tersebut kemudian diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial dan ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.

Tujuan PKH ialah untuk meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan , kesehatan dan kesejahteraan sosial, untuk  mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan, menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial dan juga untuk mengurangi jumlah kemiskinan dan kesenjangan, serta mengenalkan manfaat produk dan jasa keuangan formal kepada KPM.
 

Facebook Comments
Tags: , , , ,
Peksos Supervisor PKH Harus Mampu Memandirikan KPM | Just Writer | 4.5