Ringkasan Vidcon 3 Juni 2020. Rakor Nasional PKH Tahun 2020 - Kabar Sosial Nusantara - Kabar Sosial Nusantara

Ringkasan Vidcon 3 Juni 2020. Rakor Nasional PKH Tahun 2020

Ringkasan Vidcon 3 Juni 2020.
Rakor Nasional PKH Tahun 2020
Peserta (200 > 123): Mensos, Pejabat Dit. Linjamsos, Dinsos Provinsi, Koreg dan Korwil.
Pejabat Dinas Sosial yang hadir Vidcon 3 Juni 2020 bersama Menteri Sosial dan Pejabat Kementerian Sosial, Regional Jawa:
1. DKI : Kasi Jaminan Sosial
2. JABAR : Kadis Dodo Suhendar
3. JATENG : Kadinsos Harso Susilo 
4. DIY : Kasie Jamsos Mulyanta
5. JATIM : Kabid Jamsos Anas
6. BANTEN : SekDis, Dinsos: Budi Darma Sumapraja.
===================
Acara dibuka pukul 14:15 oleh Dirjend Linjamsos
Dirjen menyebutkan Tujuan Rakor adalah:
Mensinkronisasi, koordinasi dan percepatan pelaksanaan PKH dan Bantuan Covid-19 dan perubahan penyaluran Bansos menjadi per-bulan.
—-
Arahan Mensos:
1. Arahan diawali dengan ucapan Selamat Iedul Fitri 1441 Hijriyah
2. Kondisi Pandemi Covid-19 agar tetap menerapkan protokol kesehatan: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, meningkatkan daya tahan tubuh dengan olahraga dan konsumsi makanan bergizi
3. Presiden senantias menanyakan perkembangan PKH di lapangan, dan alhamdulillah perkembangan cukup baik, dan target dapat tercapai. Tetapi kita bekerja tidak hanya mengejar target, bahwa uang negara harus bisa benar2 dirasakan secara langsung oleh para penerima manfaat. Kita bekerja di sini adalah untuk melayani masyarakat.
4. Dengan pandemi Covid-19 ini, terjasi kenaikan sebesar 4%, dari 9, 32 menjadi 13,2%. Sehingga tidak menutup kemungkinan tahun depan ada kenaikan target penerima bantuan PKH. Hal ini didasarkan atas arahan Presiden melihat perkembangan yang ada.
5. Saat ini kita harus mengubah total berbagai cara kerja kita: rapat secara virtual, dengan jumlah peserta yang dapat menjangkau seluruh Insonesia, dan menghemat biaya. Minusnya adalah tidak adanya interaksi antar peserta rakor.
6. Kemensos didalam penanggulangan kemiskinan di masa pandemi ini sangat besar, dan perhatian masyarakat kepada PKH saat ini begitu besar, sehingga jika ada kesalahan sedikit saja semua tertuju kepada kita (PKH). Karenanya saya berharap, kepada koordinator dan dinsos provinsi agar berkoordinasi secara intensif.
7. Hal spesifik lainnya yang saya sampaikan yang menjadi sorotan publik adalah kurang tepatnya penerima program, seperti adanya foto2 rumah yang bagus yang seharusnya tidak layak tetapi masih menerima bantuan. saya minta kepada Dirjen, agar ada aturan main yang bisa diterapkan di lapangan, bahwa Pendamping dapat merekomendasikan KPM yang mampu untuk tidak menerima bantuan lagi. Yang sederhana, tidak usah berbelit2, harus banyak izin dari Dirjen, dll. Tujuannya adalah agar penerima manfaat
8. Yang menjadi sorotan lainnya adalah tentang KKS. Saya tidak mau legi mendengar ada kasus Pendamping memegang KKS dengan alasan apapun (lansia, dll). Agar KKS benar2 dipegang sendiri oleh KPM. Kita2 harus melatih KPM agar mampu memegnag KKS tersebut.
9. Permasalahn lainnya adalah adanya temuan, seperti KKS yang tidak terdistribusikan dan KPM tidak mencairkan bantuan. KPM harus menmbelanjakan uang bantuna untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, boleh disisakan tetapi tidak harus ditabung terus. Ciri penerima manfaat layak menerima bantuan adalah pasti membutuhkan uang untuk digunakan, sehingga
10. Satu hal lagi, bahwa tahun ini kita ingin melakukan program Stikerisari Nasional, namun anggaran tersebut terpakai untuk penanganan Covid-19.
11. Namun bagi pemerintah daerah yang melaksanakan stikerisasi silahkan dilakukan, tetapi saya mohon tidak menggunakan kata-kata “Keluarga Miskin”. Karena hal ini saya kira kurang manusiawi, kasihan anak2-nya. Menurut saya, silahkan saja stiker tersebut ditulis dengan “Keluarga Penerima Manfaat PKH, BPNT, dll”. Hindari menggunakan kata-kata “Keluarga Miskin”
12. Terima kasih disampaikan kepada Inas Sosial, Koordinator PKH. bahwa tujuan kita adalah melayani masyarakat dan menuntaskan kemiskinan melalui PKH.
13. Saya ucapkan selamat kepada semua pihak atas tercapainya target kerja yang sudah terealisasi saat ini.
14. Terima kasih dan wassalamu’alaikum Wr.Wb.
—–
Acara dilanjutkan Dialog dan tanya jawab:
1. Dinsos Sumsel: menanyakan Peran Dinsos Provinsi dalam penyaluran Bansos dan Pentingnya menggunakan DTKS sebagai dasar penetapan sasaran Bansos.
2. Dinsos Aceh Darussalam: Menyampaikan proses pencegahan Covid-19 sejak Januari, saat Mahasiswa dari Wuhan asal Aceh yang pulang ke Aceh. Saat ini Aceh masuk zona hijau. Bantuan PKH berjalan dengan baik, sesuai ketentuan dan sesuai amanah Presiden (Bila penerima BPNT, PKH maka tidak menerima bantuan lainnya, sehingga tidak ada tumpang tindih. 
3. Dinsos Maluku: Kami akui bahwa persoalan yang masih kita hadapai adalah persoalan data, perlunya untuk dibicarakan lebih lanjut, baik dari aspek jumlah dan kualitasnya. Dinsos Maluku mempertanyakan proses koordinasi yang panjang untuk mendapatkan laporan dan mengevaluasi pelaksanaan program.
4. Dinsos Sultra: Ingin mennayakan terkait perubahan pembayaran dari 3 bulan menjadi 1 bulan. Untuk beberapa kasus pencairan bansos di kepaluan, ongkos mencairkan bantuan lebih besar daripada nilai bantuan. Untuk stikerisasi, kami mendukung untuk segera dilakukan. Dengan stikerisasi cukup berdampak, sehingga KPM yang mampu akhirnya keluar sebagai penerima PKH. Saya mendorong agar Pendamping diberikan kewenangan untuk merekomendasikan KPM yang mampu untuk dikeluarkan dari penerima bantuan.
5. Dinsos Kalbar: Menyampaikan jumlah dan ucapan terima kasih atas tambahan KPM baru. di Kalimantan Barat yang berjauhan (banyak hutan), tidak mendukung untuk penyaluran bantuan setiap bulan. Di Kalbar banyak sekali WNI yang kembali karena dideportasi, sebanyak 1.850 orang, sementara bantuannya yang kami terima hanya 1.000 orang. Permasalahan kami dalam hal pemulangan mereka ke daerah.
6. Dinsos Jabar: Menyampaikan permasalahan kualitas data penerima bansos, agar ada peningkatan kapasitas petugas verivali dan entry data di desa. Kami sepakat bilamana Pendamping PKH juga ditingkatkan perannya dalam proses pemutakhiran data sasaran bansos. Perlu juga, dilakukan monev pelaksanaan PKH, apakah tiap 3 bulan sekali atau tiap semester untuk mengukur keberhasilan, seperti graduasi KPM PKH, untuk sarana pembinaan dan pemberian reward kepada Kab/Kota yang tingkat graduasinya bagus. Agar adanya anggaran khusus untuk peningkatan kepampuan bagi para pelaksana program di lapangan. Satu lagi, saya setuju adanya penandaan (stikerisasi) penerima bantuan, agar DInsos kab/Kota lebih care.
7. Dinsos Kalteng: Menyampaikan kekurangan jumlah SDM di Kalteng, seperti adanya kekosongan APD dan kekurangan 77 Pendamping PKH tahun ini. Kami berharap adanya penambahan SDM di Kalteng, agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik lagi.
———-
ARAHAN/JAWABAN MENSOS:
1. Pada dasarnya kami setuju atas masukan dari Dinsos Provinsi terkait proses Koordinasi. Untuk itu agar pak Dirjen membuat perubahan dan pengaturannya.
2. Adanya penyalurna bantuan bagi KPM yang rumahnya jauh dari layanan perbankan, pada intinya penyaluran bantuan ini sifatnya hanya sementara
3. Kami berikan setuju terhadap usulan Dinsos Provinsi terkait penyelenggaraan even-even untuk kegiatan koordinasi dan peningkatan kapasitas. Untuk itu kami akan mengagendakan kegiatan2 tersebut saat kondisinya sudah normal.
4. Momentum penyaluran bantuan di masa covid-19 ini menjadi momentum untuk perbaikan data. Seharusnya daerah lebih peduli terhadap penanganan kemiskinan dan perbaikan data sasaran penerima bansos. Kami berharap adanya perubahan paradigma dalam melayani masyarakat dan kami berharap agar pemerintah daerah segera mengusulkan perubahan data-data sasaran penerima bansos.
5. Demikian disampaikan, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh Dinas Sosial dan Koordinator yang telah hadir dalam kesempatan ini.
———–
ACARA diakhiri dengan penyampaian informasi adanya rencana pertemuan tindak lanjut untuk pembahasan yang lebih teknis lagi.
Malang, 3 Juni 2020
ttd.
Koordinator PKH Regional Jawa

Source: Ringkasan Vidcon 3 Juni 2020. Rakor Nasional PKH Tahun 2020

Facebook Comments
READ  Mengenalkan Penelantaran dan Eksploitasi Anak dengan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga
Tags:
Ringkasan Vidcon 3 Juni 2020. Rakor Nasional PKH Tahun 2020 | Moch Ferry Dwi Cahyono | 4.5