Temuan Jual Paksa Ala Pendamping PKH - Kabar Sosial Nusantara - Kabar Sosial Nusantara

Temuan Jual Paksa Ala Pendamping PKH

PKHDaily.com – Program Keluarga Harapan yang selanjutnya disebut PKH memang menjadi Program Andalan Pemerintah. Program ini diklaim cukup efektif hingga saat ini sebagai upaya pengurangan dan pengentasan Kemiskinan. Hal ini menjadikan PKH sangat disoroti oleh berbagai pihak dan terkadang juga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab.

Pendamping PKH sebagai ujung tombak Program bantuan non tunai bersyarat ini, memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa Dana Bantuan benar-benar diterima oleh KPM (Keluarga Penerima Manfaat) PKH. Lebih dari itu, Pendamping PKH juga memiliki tanggungjawab untuk mengawasi Dana Bantuan tersebut agar digunakan oleh para penerima sesuai dengan tujuan pemerintah.

Selain memastikan dan mengawasi penggunaan bantuan PKH oleh para KPM, pendamping juga disarankan untuk membentuk suatu Kelompok Usaha Bersama, dengan maksud untuk mempercepat para KPM PKH keluar dari rantai kemiskinan. Banyak dari para Pendamping yang memiliki ide-ide kreatif untuk membangun dan mengembangkan Kube di masing-masing Kelompok KPM PKH. Salah satu ide kreatif mereka adalah merintis suatu Koperasi kecil sebagai media atau wadah Jual-Beli kebutuhan-kebutuhan Pokok para KPM.

Beberapa KUBE mandiri mengumpulkan modal dengan cara patungan antar KPM PKH dalam satu kelompok. Kemudian Modal tersebut dikelola oleh kelompok itu sendiri dengan didampingi Pendamping PKH. Barang-barang yang diperjual belikan tentunya barang-barang kebutuhan pokok yang benar-benar sangat dibutuhkan oleh KPM PKH untuk menunjang kebutuhan Komponen PKH yaitu Kesehatan dan Pendidikan.

Sayangnya, masih ada saja Pendamping PKH yang memanfaatkan hal ini untuk kegiatan Jual Paksa, dengan mengharuskan KPM dampingannya membeli produk tertentu. Hal ini diperparah dengan munculnya beberapa Media, Masyarakat Non Peserta PKH, dan bahkan KPM itu sendiri yang belum paham perbedaan istilah Pengurangan dan Pemotongan. Hal ini mengakibatkan, patungan untuk kebutuhan kelompok semacam uang kas dan Modal pun dianggap sebagai pemotongan.

READ  Semangat Keluarga Penerima Manfaat Hadiri Family Development Session

Temuan seperti ini kami dapatkan seperti yang dimuat di media Online Fokusjabar.com. Mereka mengabarkan bahwa salah satu Pendamping PKH Jawa Barat dikabarkan melakukan pemotongan Bantuan PKH untuk pembelian Vitamin sebesar Rp80 ribu, untuk uang kas Rp36 ribu dan bagi yang memiliki anak yang masih sekolah dikenakan untuk pembelian buku sebesar Rp30 ribu. Berikut lebih lengkap apa yang dimuat oleh Media Online tersebut:

Pencairan PKH Tahap 2 Dipercepat

“Saat pencairan memang saya bersama warga penerima PKH lainnya menerima secara utuh. Namun, setelah sampai rumah didatangi oleh petugas. Kami diwajibkan untuk membeli vitamin, memberikan uang untuk kas dan bagi yang memiliki anak sekolah harus membeli buku,” kata Ai, Senin (17/7/2017).

Ditambahkannya, dirinya harus menyerahkan uang sebesar Rp116 ribu untuk membeli vitamin Rp80 ribu dan pembayaran uang kas sebesar Rp36 ribu yang dikoordinir oleh pendamping desa.

“Saya bingung, apakah benar pendamping PKH tugasnya untuk mengumpulkan uang dan menjual vitamin dan buku. Seandainya bukan berarti termasuk jual paksa,” sebutnya.

Penerima lainnya di tempat terpisah, Anah (45) warga Kampung Genteng Pacing, Desa Cibunar menuturkan, dirinya sangat mengeluhkan adanya pemotongan yang dilakukan oleh pendamping desa tersebut.

“Memang saat pencairan uang yang diterima utuh sebesar Rp1 juta, tapi setelah itu pendamping desa langsung datang, dan menjual produknya,” katanya.

Selain harus membeli produk vitamin, ia juga harus mengumpulkan uang kas sebesar Rp36 ribu dan membeli buku tulis, ada juga sumbangan lain untuk Pos Yandu yang besaran sumbangannya bersifat sukarela.

Koordinator Pendamping Kecamatan, Permana mengatakan, pihaknya belum mengetahui adanya praktik penjualan vitamin dan buku termasuk pengumpulan uang kas dan sumbangan Pos Yandu itu.

Menurut Permana, berdasarkan anjuran dan aturan Kementrian Sosial (Kemensos) pendamping desa tugasnya memonitoring penggunaan dana yang diterima oleh setiap penerima. (Andian/Yun)

Sumber : fokusjabar.com

Ini menjadi pelajaran bagi para SDM PKH Seluruh Indonesia, bahwa PKH adalah Program Pemerintah yang menyeluruh se Indonesia. Seperti pepatah, semakin tinggi suatu pohon, maka semakin besar angin yang menerpa. Kita akan semakin diawasi oleh berbagai pihak. Sehingga edukasi kepada KPM terkait istilah-istilah dan kegiatan dalam kelompok harus benar-benar sering dilakukan.

READ  Membantu Anak Sukses di Sekolah

Sebagai contoh adalah penggunaan istilah “Pendamping Desa”, ini bisa memunculkan persepsi yang salah dan bisa timbul kesalah pahaman sesama pendamping program. Sebab dilapangan, Pendamping Desa dan Pendamping PKH adalah orang yang berbeda karena beda Program. Mari untuk meningkatkan dan tidak henti-hentinya mendampingi serta mengedukasi para KPM PKH kita. Dan yang paling penting, hati-hati dalam berinovasi untuk kegiatan usaha kelompok, agar tidak menyalahi JukLak dan JukNis Pelaksanaan Program Keluarga Harapan.

Facebook Comments
Tags: ,
Temuan Jual Paksa Ala Pendamping PKH | Social Writers | 4.5