Update! Kabar Seputar Program Keluarga Harapan, Jum'at 31/01/2020 - Kabar Sosial Nusantara - Kabar Sosial Nusantara

Update! Kabar Seputar Program Keluarga Harapan, Jum’at 31/01/2020

PKHDaily.com, Sobal Sosial – Berikut ini akan kami sampaikan beberapa kabar terbaru seputar Program bantuan sosial Edisi Jum’at Pagi, 31 Januari 2020. Kabar terbaru 2020 ini meliputi beberapa kabar tentang Kegiatan Program Keluarga Harapan, Graduasi Mandiri, p2k2, penyaluran BPNT, serta kemiskinan. Berikut Kabar Terbaru Bantuan Sosial Pilihan Redaksi:

1. Kebijakan PKH 2020 Diarahkan untuk Pemenuhan Nutrisi

Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara mengatakan, kebijakan Program Keluarga Harapan ( PKH) pada 2020 diarahkan untuk pemenuhan nutrisi. Menurut Mensos kebijakan tersebut diharapkan dapat mendukung program nasional pencegahan stunting.

READ  Efektifkah Tablet Aspirin Mencegah Serangan Jantung Bagi Lansia,?

Hal tersebut Mensos katakan saat memberikan laporan kepada Presiden Joko Widodo saat proses penyerahan bantuan sosial ( bansos) PKH untuk wilayah Bandung Raya yang dipusatkan di Lapangan Rajawali, Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (29/1/2019).

“Untuk itu Kementerian Sosial (Kemensos) telah memperbaiki kualitas program dan memasukkan kegiatan terkait pencegahan stunting melalui PKH, serta menyesuaikan kebijakan melalui peningkatan indeks bansos,” terang dia seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal tersebut pun sesuai dengan visi dan misi pemerintah di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024. Nilai bansos PKH naik Dikesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah menaikkan indeks nilai bansos PKH untuk kategori Ibu Hamil dan Anak Usia Dini dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta per tahun untuk pencegahan stunting.

READ  Mensos Ajak Masyarakat Jaga Toleransi dan Hargai Perbedaan

“Yang paling penting dalam kondisi ibu hamil, anak yang berada di kandungan jangan lupa gizinya. Kalau ibu punya anak usia balita juga jangan lupa gizinya,” kata Presiden.

Presiden menyontohkan anak-anak balita harus mendapat makanan bergizi, seperti telur, ikan, daging, sayuran dan buah.

“Kalau punya anak balita, ada telur diberikan kepada anaknya terlebih dahulu. Jangan bapaknya,” ujar Presiden seraya disambut tawa ibu-ibu Kelaurga Penerima Manfaat ( KPM) PKH.

Urusan gizi, lanjut Presiden, tidak boleh dilupakan. Apabila gizi anak terpenuhi maka anak-anak tumbuh sehat dan dapat berprestasi di sekolah.

“Gizi yang baik bagi ibu hamil dan anak usia dini juga akan mencegah stunting,” tutur Presiden.

Selanjutnya, Presiden mengingatkan pula pentingnya imunisasi bagi KPM PKH yang mempunyai bayi dan balita. Imunisasi sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh sehingga terhindar dari penyakit. “Imunisasi penting. Karena kalau sudah sakit kasihan anak-anak kita,” katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Cegah Stunting, Mensos: Kebijakan PKH 2020 Diarahkan untuk Pemenuhan Nutrisi”, https://nasional.kompas.com/read/2020/01/30/10553421/cegah-stunting-mensos-kebijakan-pkh-2020-diarahkan-untuk-pemenuhan-nutrisi?page=all.
Penulis : Mikhael Gewati
Editor : Mikhael Gewati

READ  Berikut Skema Bantuan PKH 2019 Menurut Penjelasan Bapak Mensos

READ  Ini Pesan-pesan Pak Jokowi Saat Pembagian KIP dan PKH

2. Bantuan Sosial PKH Tahap 1 Tahun 2020 Sudah Disalurkan

Program Keluarga Harapan (PKH) Aceh sudah melakukan penyaluran Bantuan Sosial Tahap 1 tahun 2020 kepada masyarakat Aceh.

Bantuan sosial tahap 1 Program Keluarga Harapan (PKH) Aceh tersebut sudah disalurkan melalui rekening penerima sejak tanggal 21 Januari 2020, namun komponen bantuan tetap pada Tahun 2020 tidak ada, sedangkan kenaikan indeks bantuan pada komponen kesehatan katagori ibu hamil dan anak usia sini yang sebelumnya masing-masing menerima Rp 2.400.000 pertahun meningkat sebesar Rp. 3.000.000 pertahun.

Jenis bantuan sosial yang lain masih tetap, yaitu komponen pendidikan, kategori SD sederajat Rp. 900.000 per tahun, kategori SMP/sederajat Rp 1.500.000 per tahun, kategori SMA/sederajat Rp 2.000.000 per tahun serta untuk komponen Kesejahteraan Sosial kategori Penyandang Disabilitas Berat Rp 2.400.000 per tahun, kategori Usia Lanjut berumur 70 tahun ke atas senilai Rp 2.400.000 per tahun.

Total Besaran bantuan PKH tahap I di Provinsi Aceh pada tahun 2020 yang telah disalurkan mencapai Rp 244.586.925.000,- untuk 23 kabupaten/kota di Aceh,

READ  Ribuan Anak Ikuti Gebyar Prestasi Keluarga Sejahtera Bareng Mensos

Koordinator Wilayah PKH Aceh I Mizar Liyanda, SP, MP kepada analisaaceh.com, Kamis, (30/01/2020) menyampaikan, penyaluran bantuan sosial PKH Tahap 1 tahun 2020 sudah disalurkan kepada KPM KPH dan seluruh Beneficeries sesuai jadwal yang telah ditentukan pada 21 Januari 2020, penyaluran tersebut pihaknya lakukan penyesuaian indek penerima bantuan sosial.

“Untuk penyaluran tahun 2020 ini ada kenaikan jumlah bantuan bagi ibu hamil dan anak usia dini dan ini menjadi bagian dari menekan angka stunting di Aceh,” ungkap Mizar

Sementara itu menteri Sosial Juliari P Batubara menyampaikan, bahwa pada tahun 2020 kebijakan PKH diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan dan nutrisi keluarga yang diharapkan dapat mendukung program nasional pencegahan stunting.

Lanjut menurut Menteri Sosial, pihaknya dalam hal ini sudah menuangkan dalam visi dan misi pemerintah di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 dan pihaknya menekankan kepada seluruh Koordinator Wilayah selaku pengendali pelaksanaan PKH di Provinsi diarahkan melakukan peningkatan kualitas program dan memasukkan kegiatan terkait pencegahan stunting melalui PKH

“Harapan saya ke depan program PKH ini akan lebih meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) KPM PKH, pencegahan stunting, mendorong program Keluarga Berencana, serta kelangsungan pendidikan anak-anak diseluruh Indonesia,” Pungkas Juliari P Batubara

Sumber:
https://analisaaceh.com/bantuan-sosial-pkh-tahap-1-tahun-2020-sudah-disalurkan/

READ  Rp2,6 Miliar Untuk Korban Banjir Jayapura Dari Kemensos

READ  (Sesion 2) Headline News Program Keluarga Harapan Edisi 28 Maret 2019

3. Serahkan PKH di Cimahi, Jokowi Minta Gizi Anak Diperhatikan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa sekarang ini pemberian bantuan bagi keluarga yang memiliki anak usia dini dan ibu hamil memang dinaikkan lebih tinggi dari 2,4 juta menjadi 3 juta.

“Yang paling penting dalam posisi kondisi ibu hamil, anak kita yang berada di kandungan ini jangan lupa gizinya, satu. Kalau kita punya anak usia balita juga jangan sampai lupa di gizinya, yang penting itu,” ujar Presiden saat menyerahkan dana Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 2.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Bandung Raya di Lapangan Rajawali, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, Rabu (29/1).

Urusan gizi, menurut Presiden, jangan dilupakan karena kalau anak-anak gizinya baik, pasti akan sehat. “Kalau anaknya sehat sekolahnya pasti juga pintar. Kalau anaknya sudah enggak sehat, gizinya kurang, kena stunting… stunting tahu ya, kerdil, nah itu sulit kita meningkatkan pendidikan pada anak-anak kita,” tambah Presiden seraya menyampaikan bahwa dunia sekarang ini penuh dengan persaingan.

Untuk itu, Presiden menegaskan agar anak dijaga gizinya. “Di sekolah bersaing pinter-pinteran, nanti kalau bekerja bersaing pinter-pinteran juga. Oleh sebab itu, anak ini harus dijaga gizinya. Kalau anak gizinya baik, anak kita sehat, membuat pintar itu lebih mudah, sekolah terus,” tutur Kepala Negara.

READ  Pendamping Sosial PKH Mendistribusikan Media Sosialisasi Kelompok Lancar Jaya di Pendem Junrejo

Selain Gizi, menurut Presiden, kesehatan anak juga penting dan salah satu caranya dengan imunisasi. “Anak kita jangan juga lupa imunisasi. Hati-hati, penting banget imunisasi, entah imunisasi polio dan yang lain-lainnya. Karena kalau sudah sakit itu sudah, aduh kasihan anak-anak kita,” jelas Presiden.

Dana PKH, menurut Presiden, boleh untuk bayar sekolah dan alat tulis maupun modal usaha. Yang tidak boleh, menurut Presiden, yakni untuk beli pulsa.

“Kalau Ibu-ibu semuanya sudah berusaha memakai dari PKH sebagai misalnya menggunakan modal dulu 500 dari PKH, dicoba berhasil, berhasil, berhasil, Pak modal saya kurang, nah ini kita akan larikan ke KUR,” jelas Presiden.

Nanti, Presiden berjanji akan mendampingi dengan yang namanya Mekaar atau UMi, kredit UMi itu kredit usaha mikro. “Sehingga kalau ada bibit-bibit usahawan di sini apa-apa nanti bisa kita suntik dari UMi maupun dari Mekaar maupun dari KUR,” ujarnya. Kalau untuk urusan modal, sambung Presiden, 1 juta, 2 juta, 3 juta bisa ngambil UMi atau dari Mekaar, tapi kalau sudah menginjak 25 juta, 20 juta nanti masuknya ke KUR.

READ  Pendamping Sosial PKH Sampaikan Media Sosialisasi

“Hingga kita bisa meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan keluarga kita,” ujar Presiden. Kepala Negara juga mengingatkan kalau ada yang belum cair dananya, segera ditanyakan kepada pendamping PKH. Namun demikian, Presiden berharap agar masyarakat jangan senang dapat PKH terus-menerus, karena ini dijadikan sebagai awal membuat pondasi.

“Kalau sudah siap, PKH lepas. Kemudian bisa mandiri dengan baik, dengan itu yang kita harapkan dari pemerintah. Sehingga tadi disampaikan Pak Mensos tahun kemarin itu yang lulus ada 1,3 juta,” ujar Presiden.

Ia berharap tahun ini ada yang lulus lagi, tahun depan ada yang lulus lagi. “Sehingga nanti semakin mengecil, semakin mengecil dan suatu saat kita semuanya sudah pada posisi sejahtera dan makmur semuanya, insyaallah ya,” pungkas Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam agenda tersebut Menko PMK Muhadjir Effendy, Mensos Juliari P Batubara, Seskab Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Sumber:
https://www.gesuri.id/pemerintahan/serahkan-pkh-di-cimahi-jokowi-minta-gizi-anak-diperhatikan-b1YFFZqD1

Facebook Comments
Tags: , ,
Update! Kabar Seputar Program Keluarga Harapan, Jum’at 31/01/2020 | Social Writers | 4.5