Inilah Tujuan Utama Program BPNT Beras dan Telur

PKHDaily.com, Bantuan Pangan Non Tunai – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah dapat menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk kemudian ditukarkan dengan beras dan telur di e–Warong maupun agen-agen yang ditunjuk terhitung mulai hari jumat tanggal 25 Mei 2018 kemarin.

Hal ini dimulai dengan dilaunchingnya program Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) di Kabupaten Cilacap, oleh Wasi Ariyadi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Cilacap. Dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Kepala Dinsos, para camat, dan juga para pendamping.

Sekitar 567 agen dan e-warong disiapkan untuk mensukseskan realisasi bantuan dari pemerintah ini. Nantinya masing-masing agen melayani sekitar 250 KPM. Dalam lounching tersebut, diserahkan KKS secara simbolik kepada perwakilan KPM oleh Asisten Setda, Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Ka Bank Mandiri Cilacap dan juga Kepala Dinsos Cilacap. Usai lounching juga dilakukan pengecekan ke salah satu agen sembako yang sudah siap melayani KPM untuk mengunakan KKS nya.

See also  Mengurangi Penggunaan Plastik Bantuan Pangan Non Tunai

Wasi Ariyadi yang mewakili Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji meminta agar KPM bisa memanfaatkan dan menggunakan KKS di tempat yang sudah ditentukan. “Kami berharap agar kartu ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dilihat mana yang lebih penting terutama kebutuhan pangan beras dan telur. Jangan sampai disalahgunakan untuk untuk kepentingan yang lain. Tidak boleh untuk lebih yang lain, hanya beras sama telur, apalagi ditukar duit lagi. Hargai program dari pemerintah ini,” katanya.

Meskipun, kata dia belum ada sanksi bagi yang menyalahgunakan, akan tetapi Wasi meminta agar para pendamping benar-benar mengawasi pemanfaatan BPNT ini. Selain itu, Bank Mandiri yang menunjuk e warong dan juga agen juga jangan sampai membiarkan ada agen yang melakukan hal serupa. “Salah satu tugas pendamping, untuk mengawasi dan mendampingi pemanfaatan Bantuan Pangan Non Tunai ini dengan tepat,” katanya.

Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Agus Chusaini dalam sambutannya menyatakan jika anggaran yang diangani oleh Bank Mandiri di seluruh Indonesia sebesar Rp 575 miliar, dan untuk Cilacap serta Banyumas sendiri sebesar Rp 186 miliar.

See also  Presiden: Penuhi Gizi dan Sekolah Anak Dari PKH dan BPNT

“Semoga program ini bisa membantu meringankan beban masyarakat yang masih kekurangan, kami juga berharap kepada pendamping untuk melakukan pengawasan jangan sampai terjadi penyimpangan, dan juga bagi KPM tidak boleh menitipkan KKS kepada agennya,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cilacap, U’ong Suparno mengatakan Kabupaten Cilacap merupakan daerah yang menerima perluasan penerima Bantuan Pangan Non Tunai ini. Dengan jumlah total KPM sebanyak 141.746 keluarga.

KKS yang diterima oleh KPM, nantinya berfungsi seperti ATM. Digunakan untuk mengambil komoditas yang sudah ditentukan pemerintah, serta tidak bisa dicairkan. Untuk nominalnya, kata Uong, masing-masing Rp 110 ribu/bulan. “Harapannya bantuan ini bisa meningkatkan kesejahteraan KPM, sehingga bisa mengurangi angka kemiskinan,” katanya.

Sumber : Satelitpost.com

Facebook Comments Box